Petani Udik: Benih padi

Recent Posts

ads

Hot

Post Top Ad

Your Ad Spot
Tampilkan postingan dengan label Benih padi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Benih padi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Maret 2018

Subsidi Benih Padi Dihapus, Petani Tambah Jangar

22.24 0

Hasil gambar untuk petani


JAKARTA, (PR).- Mengawali tahun 2018, pemerintah mengeluarkan kebijakan tidak populis dengan menghapus subsidi benih padi. Kebijakan ini dipastikan menekan para petani sekaligus menurunkan gairah menanam padi. Uang senilai Rp 1,3 triliun untuk subsidi per tahun rencananya akan dihapus pada 2018 ini.
Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyampaikan hal tersebut dalam rilis yang diterima Pikiran Rakyat pada Selasa, 2 Januari 2018. "Rencana pemerintah menghapuskan subsidi benih padi untuk petani dikhawatirkan akan membuat gairah bertani semakin menciut. Dampaknya, benih padi yang selama ini hanya Rp 2.500 per kilo, akan menjadi Rp 11.000 per kilo," papar dia.
Harga tersebut mungkin akan jauh lebih tinggi saat memasuki musim tanam. Permintaan benih akan tinggi dan pasar bebas diberlakukan. Bambang mengkhawatirkan, saat benih padi unggulan menjadi mahal, petani pun malas bertani. Kondisi ini bisa menyusutkan area sawah. Pasokan beras pun akan merosot tajam. Jika area tanam padinya berkurang tentu pupuk subsidi juga tidak terserap maksimal.
Ditambahkan anggota Fraksi Gerindra ini, saat benih padi unggulan bersertifikat menjadi mahal, mungkin saja para petani memilih benih sendiri yang kualitasnya tidak terjamin. Akhirnya, benih yang beredar di kalangan petani adalah yang berkualitas rendah dengan rendemen yang tidak maksimal.
"Dicabutnya subsidi benih ini tak hanya menyurutkan semangat petani. PT Pertani sendiri mengaku kecewa, apalagi saat ini mereka sedang menyiapkan varietas baru," ungkap Bambang.

Varietas baru

Varietas itu adalah Impari 30, Impari 32, dan Impari 33 yang digadang-gadang mampu menggantikan varietas Ciherang yang selama ini sudah menjadi andalan petani. Impari disinyalir akan menghasilkan panen hingga 10 ton per hektar. Sedangkan Ciherang 8 ton per hektar area penanaman padi. Rasa dua varietas ini hampir sama. Hanya saja produktivitas Impari lebih unggul.

"Saya geram dengan kebijakan yang tidak berpihak kepada petani. Kita mengharapkan tidak hanya subsidi pupuk saja yg diberikan, melainkan subsidi benih juga harus diberikan sehingga bisa sinkron. Keduanya, pupuk dan benih sangat dibutuhkan. Pemerintah harusnya ada untuk petani, mengapa kini malah menekan. Kalau begini terus bukan swasembada pangan, tapi Indonesia justru semakin terpuruk," imbuh Bambang.***
Read More

Kementan Perkenalkan Varietas Padi Ramah Lingkungan

22.12 0

Trubus.id -- Menteri Pertanian Amran Sulaiman meluncurkan dua varietas baru padi Green Super Rice (GSR) yang memiliki daya hasil tinggi dan lebih ramah lingkungan, yakni Inpari 42 Agritan GSR dan Inpari 43 Agritan GSR.
Selain itu, dua jenis padi GSR ini diyakini lebih tahan dari hama dan mampu berpoduksi dengan baik di lahan kering atau tadah hujan.
Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Mohammad Ismail Wahab mengatakan, kedua varietas ini berpotensi menghasilkan panen sekitar 10 ton per hektar.
Dijelaskannya, GSR adalah istilah varietas padi dengan daya hasil tinggi dan lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi penggunaan input seperti pestisida, pupuk kimia, dan air.
Selain itu, Varietas ini juga mampu berproduksi tinggi dalam kondisi sub optimum, seperti kekeringan dan kebanjiran.
Ismail menambahkan, pada kondisi pemberian pupuk 75 persen dari dosis rekomendasi Pemupukan Hara Spesifik Lokasi (PHSL), kedua varietas ini masih mampu menghasilkan 5,2 ton per hektare dan 6,71 ton per hektare. Ini lebih tinggi dibandingkan varietas padi lain, misalnya Ciherang yang hanya memberikan hasil 4,7 ton per hektare.
"Inpari 42 Agritan GSR dan Inpari 43 Agritan GSR juga memiliki randemen (penyusutan) beras tinggi, lebih dari 65 persen," kata Ismail.
Dua jenis beras baru ini berpenampilan bening seperti kristal, dan pulen rasanya, yang disukai kebanyakan masyarakat Indonesia.
Sementara itu, peneliti Balitbang Kementerian Pertanian (Kementan) Untung Susanto menjelaskan, dua jenis padi varietas GSR ini dihasilkan berkat kerjasama penelitian dengan beberapa intitusi, yakni International Rice Research Intitute (IRRI), Bill and Melinda Gates Foundation, dan Pemerintah Tiongkok.
Inpari 42 dan 43 Agritan GSR menjadi varietas padi GSR pertama di Indonesia. Sejak akhir 2016 lalu, keduanya sudah diujicoba di beberapa wilayah yakni di Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Tengah, Aceh, dan Banten.
"Kami simpulkan jenis padi ini lebih tahan hama, dan bisa ditanam di lahan kering atau tadah hujan," kata Untung.
Diceritakannya, saat terjadi 'ledakan' hama wereng coklat tahun 2017 di Karawang, Indramayu, Cilacap, Banyumas, dan Kebumen, daya tahan kedua varietas GSR ini terbukti mengalahkan varietas lain. Berdasarkan pembuktian itu, banyak petani berminat untuk terus menanam kedua varietas tersebut secara luas. [MLV/AS]

Read More

Benih Padi Unggul Umur Pendek Sebagai Solusi Untuk Petani

20.13 1


Banyaknya permintaan beras di kalangan masyarakat membuat petani untuk berpikir cara untuk memenuhinya. Perkembangan bidang pertanian yang saat ini semakin canggih menjadi salah satu solusi bagi petani dalam menghasilkan padi yang berlimpah, penggunaan benih padi unggul umur pendek yang menjadi solusi saat ini agar pemenuhan kebutuhan beras bisa terpenuhi.
Manfaat utama yang bisa dirasakan oleh petani dalam penggunaan benih padi ini yaitu mempercepat masa panen. Percepatan masa panen ini memberikan banyak keuntungan bagi petani yang akan menghasilkan banyak padi. Namun disayangkan masih banyak petani yang tidak mengetahui adanya benih padi unggul yang berumur cukup pendek ini, dari pemerintah sendiri sudah memberikan himbauan kepada petani untuk menggunakan benih padi ini.

Penggunaan Benih Padi Unggul Umur Pendek di berbagai musim

Kemarau sering kali menjadi kendala bagi para petani untuk bercocok tanam padi, pada musim kemarau memberikan dampak besar pada kuantitas dan kualitas padi yang dihasilkan. Ketersediaan air yang menjadi faktor utama pada musim kemarau akan menghambat pertumbuhan padi. Adanya benih padi unggul berumur pendek ini menjadi solusi bagi petani pada saat musim kemarau tiba.
Produktivitas dari benih padi unggul ini memiliki perbedaan dengan benih padi pada umumnya. Meskipun musim kemarau dan  musim penghujan tiba, benih padi ini masih bisa berproduksi. Sehingga hal ini, hasil panen yang didapatkan mampu memenuhi kebutuhan beras di masyarakat meskipun pada saat kemarau berlangsung.
Salah satu varietas padi yang dianjurkan untuk ditanam ialah varietas padi M 400 dan varietas M 70 D. Keduanya merupakan benih padi unggul yang memiliki jangka waktu dari penanaman sampai panen hanya 70 sampai 84 hari saja. Dari benih padi tersebut mampu menghasilkan 7,3 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektarnya.
Keunggulan lain dari benih padi umur pendek ini mampu bertahan dari serangan hama, serta daya tahan nya terhadap lingkungan pun kuat dan setiap tungkai padi bisa berisi 400 bulir gabah. Selain itu dalam satu tahun, jenis padi ini bisa ditanam 3-4 kali dengan sawah yang memiliki irigasi baik. Dengan menggunakan benih padi unggul ini maka produksi beras pun akan meningkat, dan dengan meningkatnya produksi beras maka persediaan beras akan tetap terjaga.
Selama ini ketersediaan beras selalu menjadi kendala saat harga beras melonjak baik, tetapi dengan menggunakan benih padi unggul ini maka akan menciptakan produktivitas padi yang meningkat. Sebenarnya pemerintah sudah membuat anggaran khusus di bidang bertanian dengan menyediakan benih padi unggul untuk setiap petani tapi sayangnya masih ada saja kendalanya yaitu jumlah benih padi unggul yang dibutuhkan belum mencapai target
Tiga Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengembangkan Benih Padi Unggul Umur Pendek
  1. Mengembangkan teknologi pertanian yang ada, caranya yaitu menciptakan atau menambah lagi alat-alat canggih yang dibutuhkan oleh para petani untuk mendapatkan hasil padi yang maksimal.
  2. Memudahkan akses permodalan sekaligus pasarnya untuk petani, sehingga petani tidak kekurangan modal dalam melakukan pekerjaannya dan hal ini juga akan meminimkan kendala yang terjadi dalam pertanian.
  3. Memperpendek masa tanam padi dari 70 hari menjadi lebih pendek lagi yaitu 50 hari, cara ini diharapkan dapat mencapai target dari pemerintah dalam memberikan benih padi unggul untuk padi untuk hasil pertanian dalam jangka waktu yang sangat cepat tetapi dengan hasil yang tetap maksimal.
Jika memperpendek masa tanam padi ini berhasil direalisasikan, maka akan terjadi revolusi besar-besaran di bidang pertanian di Indonesia sehingga kita tidak harus mendapat impor beras lagi dari luar negeri. Padi yang tahan terhadap roboh pada saat musim hujan ini masih terus saja dikembangkan, agar para petani mendapatkan benih padi berkualitas dalam jumlah yang banyak.
Benih padi unggul umur pendek ini masih terus ditingkatkan produksinya, namun tentu saja permintaan pun semakin hari semakib bertambah sehingga hasil dan permintaan belum seimbang. Benih padi ini juga masih diujicobakan di ribuan hektar tanah di setiap lahan. Jadi, untuk para petani, segera gunakan benih padi unggul umur pendek ini!.


Read More

Sabtu, 17 Maret 2018

Kecambah, microgreens, dan bunga yang dapat dimakan: potensi produk khusus bernilai tinggi di Asia

21.47 1

Abstrak 

Kecambah, microgreens, dan bunga yang dapat dimakan merupakan segmen pasar yang berkembang di negara maju, di mana koki restoran menggunakan tanaman dan bagian tanaman ini untuk menambahkan rasa, warna dan presentasi yang eksotis ke piring yang ditawarkan kepada konsumen kelas atas yang sadar akan kesehatan. 

Kecambah kacang hijau, dan pada tingkat yang lebih rendah, kecambah kedelai, yang telah tumbuh di Asia sejak zaman kuno, sekarang telah menemukan jalan mereka ke dalam masakan Barat. Selain kacang-kacangan, sereal dan biji minyak biji-bijian, sejumlah sayuran dan rempah-rempah digunakan untuk tumbuh, termasuk cress, mustard, kacang polong, kol, kale, lobak, daun bawang, brokoli, kemangi, dll. Kacang biasanya padat dalam kemasan khusus. tumbuh sel dan tumbuh dalam kelembaban tinggi dan cahaya rendah; Kondisi seperti itu mendukung proliferasi bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan keracunan makanan yang parah. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi benih dan menghasilkan kontaminasi serta tindakan pengolahan biji untuk mengendalikan pertumbuhan mikroba secara efektif dibahas secara luas. Berbeda dengan kecambah, microgreens ditanam di tanah atau pengganti tanah seperti lumut gambut atau bahan berserat lainnya (pulp selulosa), dan di bawah cahaya - dan karenanya kurang rentan terhadap kontaminasi. Beberapa tanaman atau varietas yang berbeda dari tanaman yang sama dapat dicampur untuk menciptakan kombinasi tekstur, rasa, dan warna yang menarik. 

Bunga yang bisa dimakan termasuk hias seperti begonia, calendula, daylilies, kembang sepatu, dan honeysuckle; bunga buah seperti pisang dan jeruk; bunga ramuan seperti angelica, borage, cilantro, adas, jahe, melati, lemon verbena, marjoram, mint, rosemary, dan safflower; dan bunga sayuran seperti allium (daun bawang, daun bawang, bawang putih), arugula, artichoke, brokoli florets, okra, pak choi, kacang polong, lobak, kacang pelari merah, dan bunga squash. Banyak dari tanaman ini berasal dari Asia Tenggara, cukup populer, dan dapat ditanam di dalam rumah, di kebun dapur, atau komersial. Jika dipromosikan dengan benar, microgreens bisa menjadi penting di Asia untuk melakukan diversifikasi dan memperkaya makanan dan menambahkan rasa, tekstur dan warna pada piring yang disiapkan di rumah atau di restoran mewah


PENDAHULUAN 

Pertumbuhan penduduk, meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem karena perubahan iklim, harga pangan yang tinggi dan volatile dan krisis finansial dan ekonomi yang sedang berlangsung membuat pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium mengurangi proporsi orang yang menderita kelaparan setengahnya. pada tahun 2015 sangat tidak mungkin. Meningkatnya investasi di bidang pertanian untuk meningkatkan produktivitas, keberlanjutan dan mengurangi kerentanan dipandang penting untuk ketahanan pangan jangka panjang yang berkelanjutan (FAO 2011). Selain kurangnya asupan protein dan energi dari makanan pokok, yang biasanya dipahami sebagai kelaparan, malnutrisi mengacu pada kekurangan zat gizi mikro dan

Bisa digambarkan sebagai kelaparan tersembunyi.

Micronutrients terutama berasal dari konsumsi buah dan sayuran. Meskipun kekurangan gizi yang diukur dengan stunting telah menurun dari 47% pada tahun 1980 menjadi 33% pada tahun 2000, kekurangan gizi satu dari tiga anak di bawah usia lima tahun

tetap menjadi perhatian utama di banyak negara berkembang (de Onis et al., 2000). Secara geografis, sekitar 70% anak-anak yang kekurangan gizi tinggal di Asia, 26% di Afrika dan empat persen di Amerika Latin dan Karibia.

Bentuk ketiga dari malnutrisi disebabkan oleh diet yang tidak seimbang karena konsumsi kalori berlebihan dan pilihan makanan yang buruk menyebabkan obesitas, diabetes tipe dua dan kronik lainnya.

yang menjadi beban yang meningkat baik di negara maju maupun negara berkembang. Kekurangan mineral dan vitamin yang terkait dengan malnutrisi dan penyakit kronik dapat diatasi dengan beragam diet yang memanfaatkan kacang-kacangan, buah dan sayuran (Yang et al 2007; Keatinge et al 2011;

Jamnadass dkk. 2011).

Untuk mengatasi dampak buruk malnutrisi dan dampak negatif pertanian modern dan sektor pangan terhadap lingkungan dan iklim, beberapa inisiatif sedang dilakukan di seluruh dunia untuk mengubah pola produksi dan konsumsi pangan saat ini, untuk meningkatkan konsumsi makanan sehat dan aman dan untuk mempromosikan produk dan layanan yang lebih berkelanjutan. Contoh dari beberapa inisiatif dapat ditemukan di 'Roadmap to the Resource Efficient Europe' pada tahun 2050 (Komisi Eropa

2011)

Di antara inisiatif tersebut adalah gerakan 'Slow Food' yang didirikan pada tahun 1986 di Italia yang berfokus pada makanan produksi tradisional dan sehat dan mempertahankan keanekaragaman hayati dalam persediaan makanan. Keuangan, lingkungan dan energi saat ini

krisis mendorong gerakan ini yang memiliki aktivitas di lebih dari 160 negara (The China Post 2011a). Sama seperti AVRDC - The World Vegetable Center menghubungkan peran utama ke taman sekolah, komunitas dan pemulihan bencana dan jenis taman nutrisi lainnya untuk mengatasi kekurangan gizi dan memberikan pendidikan gizi yang lebih baik, terutama kepada generasi muda (Keatinge et al 2012) , gerakan 'Slow Food' menerapkan 'A Thousand Gardens in Africa' untuk dijadikan sumber makanan sehat, untuk menghasilkan pendapatan tambahan dan untuk menunjukkan pertanian berkelanjutan (Slow Food Foundation 2011).

Karena masalah kesehatan, ekologi dan keagamaan, jumlah vegetarian yang tidak makan daging, ikan, dan unggas semakin banyak. Vegan juga tidak mengkonsumsi produk susu dan telur dan menggunakan produk hewani seperti sutera, wol, dan kulit. Menurut jajak pendapat baru-baru ini yang dilakukan oleh Kelompok Sumber Vegetarian, sekitar sepertiga orang dewasa di A.S. sering melakukannya

Makan makanan vegetarian dan lima persen dari populasi adalah vegetarian, yang darinya sekitar setengahnya adalah vegan (Stahler 2011). Dengan selebriti seperti aktris Katie Holmes, Alec Baldwin atau bahkan Bill Clinton yang sering mengunjungi restoran kelas atas yang hanya menyajikan makanan vegan dan mentah, citra vegetarian dan vegan berubah dan menjadi lebih utama (The China Post 2011b). Buku-buku tersedia untuk memandu konsumen mengikuti tren ini dengan resep makanan mentah untuk kesehatan yang bercahaya (Daniel dan Daniel 2011).
penyakit yang menjadi beban yang meningkat baik di negara maju maupun negara berkembang. Kekurangan mineral dan vitamin yang terkait dengan malnutrisi dan penyakit kronik dapat diatasi dengan beragam diet yang memanfaatkan kacang-kacangan, buah dan sayuran (Yang et al 2007; Keatinge et al 2011;

Jamnadass dkk. 2011).





Untuk mengatasi dampak buruk malnutrisi dan dampak negatif pertanian modern dan sektor pangan terhadap lingkungan dan iklim, beberapa inisiatif sedang dilakukan di seluruh dunia untuk mengubah pola produksi dan konsumsi pangan saat ini, untuk meningkatkan konsumsi makanan sehat dan aman dan untuk mempromosikan produk dan layanan yang lebih berkelanjutan. Contoh dari beberapa inisiatif dapat ditemukan di 'Roadmap to the Resource Efficient Europe' pada tahun 2050 (Komisi Eropa

2011).

Di antara inisiatif tersebut adalah gerakan 'Slow Food' yang didirikan pada tahun 1986 di Italia yang berfokus pada makanan produksi tradisional dan sehat dan mempertahankan keanekaragaman hayati dalam persediaan makanan. Keuangan, lingkungan dan energi saat ini

krisis mendorong gerakan ini yang memiliki aktivitas di lebih dari 160 negara (The China Post 2011a). Sama seperti AVRDC - The World Vegetable Center menghubungkan peran utama ke taman sekolah, komunitas dan pemulihan bencana dan jenis taman nutrisi lainnya untuk mengatasi kekurangan gizi dan memberikan pendidikan gizi yang lebih baik, terutama kepada generasi muda (Keatinge et al 2012) , gerakan 'Slow Food' menerapkan 'A Thousand Gardens in Africa' untuk dijadikan sumber makanan sehat, untuk menghasilkan pendapatan tambahan dan untuk menunjukkan pertanian berkelanjutan (Slow Food Foundation 2011).

Karena masalah kesehatan, ekologi dan keagamaan, jumlah vegetarian yang tidak makan daging, ikan, dan unggas semakin banyak. Vegan juga tidak mengkonsumsi produk susu dan telur dan menggunakan produk hewani seperti sutera, wol, dan kulit. Menurut jajak pendapat baru-baru ini yang dilakukan oleh Kelompok Sumber Vegetarian, sekitar sepertiga orang dewasa di A.S. sering melakukannya

Makan makanan vegetarian dan lima persen dari populasi adalah vegetarian, yang darinya sekitar setengahnya adalah vegan (Stahler 2011). Dengan selebriti seperti aktris Katie Holmes, Alec Baldwin atau bahkan Bill Clinton yang sering mengunjungi restoran kelas atas yang hanya menyajikan makanan vegan dan mentah, citra vegetarian dan vegan berubah dan menjadi lebih utama (The China Post 2011b). Buku-buku tersedia untuk memandu konsumen mengikuti tren ini dengan resep makanan mentah untuk kesehatan yang bercahaya (Daniel dan Daniel 2011).

Tren serupa sudah ada di Eropa seperti yang diungkapkan dalam 'gerakan reformasi kehidupan' yang dimulai di Jerman dan Swiss pada pertengahan abad ke-19 di bawah moto 'back to nature' (Wiki Komunitas yang Disengaja 2011). Gerakan reformasi ini juga memasukkan reformasi gizi yang menekankan konsumsi roti gandum dan buah dan sayuran mentah, antara lain. Selama periode yang sama, penyebaran vegetarisme dimulai di Inggris Raya dan Jerman.

Tren ini baru-baru ini melihat kebangkitan dan perluasan dalam haute

Masakan. Kecambah, microgreens dan bunga yang dapat dimakan semakin banyak digunakan oleh para koki untuk menambahkan rasa, warna dan presentasi yang eksotis ke piring yang ditawarkan kepada konsumen kelas atas yang sadar akan kesehatan. Makalah ini menjelaskan potensi produk khusus bernilai tinggi ini untuk Asia.

Kecambah

Kecambah dapat dengan mudah ditanam dari berbagai macam bibit tanaman, sepanjang tahun, baik di rumah maupun pada skala industri yang besar. Benih yang tidak diolah dengan kualitas bagus dan tingkat perkecambahan yang tinggi dicuci, direndam dalam air hangat selama 6 sampai 12 jam pada suhu kamar. Benih tersebut kemudian dikemas dengan padat ke dalam sel atau bejana tumbuh (toples kaca, panci plastik) dan ditutup dengan kain keju atau tenda rumah kaca untuk menjaga suhu dan kelembaban (Meyerowitz 2010). Benih perlu dibilas atau disiram beberapa kali per hari agar kelembaban tetap tinggi dan memudahkan tumbuh. Nah, mata air, atau air suling harus digunakan untuk pembilasan karena air yang diklorinasi dapat menyebabkan pertumbuhan yang buruk (Bass dan Sanders 1999). Kecambah membutuhkan waktu 5 sampai 14 hari untuk matang, tergantung pada hasil panen (Meyerowitz

2010).

Kelompok tanaman yang digunakan untuk tumbuh adalah: (1) kacang polong (alfalfa, azuki bean, blackgram, buncis, miju-miju, kacang hijau, kedelai); (2) sereal (jelai, jagung, gandum, beras, gandum hitam, gandum); (3) pseudocereals (bayam, soba, quinoa); (4) minyak sayur (almond, hazelnut, biji rami, wijen, bunga matahari); dan (5) sayuran dan tumbuhan (brokoli, kol, wortel, seledri, semanggi, adas, fenugreek, kaldaun bawang, selada, mustard, peterseli, lobak, roket atau arugula, salju dan kacang polong taman, bayam, daun bawang, lobak, selada air).

Di antara kecambah kacang, kecambah kacang hijau adalah kecambah yang paling umum dan paling banyak dikonsumsi dan sekarang ditemukan di seluruh dunia (Gambar 1). Kacang hijau, dan,

Pada tingkat yang lebih rendah, kecambah kedelai telah lama menjadi makanan pokok Oriental dan vegetarian. Kecambah kedelai dikenal karena rasa pedas dan teksturnya yang menarik (Shurtleff dan Aoyagi 2007). Mereka diproduksi dari varietas kedelai unggulan khusus dan merupakan kecambah yang paling populer

di Korea. Di Jepang, blackgram (Vigna mungo) lebih disukai karena kecambahnya lebih putih dan tetap segar lebih lama dari kecambah kacang hijau.

Kacang hijau dijual di warung pasar di sebagian besar Asia, Amerika Tengah dan Afrika Timur dan dalam beberapa tahun terakhir juga telah menjadi populer di negara-negara barat di mana supermarket besar menyimpannya. Mungbeans bisa tumbuh sekitar lima hari sampai 5 cm panjang kecambah dewasa. Dalam delapan hari mereka bisa tumbuh hingga 8 sampai 9 cm kecambah, tapi pertumbuhan lebih lama di atas 10 cm harus dihindari karena kecambah kemudian cenderung menjadi pahit (Bass dan Sanders 1999). 

Kecambah dewasa ditempatkan di wadah berisi air untuk mencuci dan melepaskan lapisan benih dan akar berserat. Kecambah akan tenggelam ke dasar dan lambung benih akan melayang ke atas dan kemudian bisa dengan mudah dilepas dengan saringan kawat. Kecambah kemudian dibiarkan mengering. Kecambah paling baik bila dikonsumsi segera setelah dicuci, tapi juga bisa disimpan di dalam gelas tertutup dan wadah plastik atau tas freezer selama beberapa hari hingga satu minggu di kulkas. Kecambah bisa dimakan mentah atau dimasak. Kentang renyah sering ditambahkan segar untuk makanan pembuka, salad,sup,sandwich

dan bahkan makanan penutup untuk menambahkan tekstur dan rasa. Kecambah sereal juga digunakan dalam casserole, pasta dan produk panggang (Lorenz 1980). Kecambah juga bisa dikalengkan atau dibekukan jika ada kelebihan hasil untuk konsumsi segar, tapi ini bisa menyebabkan penurunan nilai nutrisinya.

Nilai gizi dan kesehatan kecambah

Kecambah umumnya dianggap bergizi tinggi dan terkadang juga disebut makanan ajaib. Kentang Kedelai memiliki kadar protein tertinggi (28%) dari semua kecambah, diikuti miju-miju dan kecambah dengan 26%. Kecambah kedelai memiliki dua kali protein telur, tapi hanya 1/10 lemak (Meyerowitz 2010). Karena respirasi selama proses tumbuh, ada kerugian pada total bahan kering, peningkatan protein total, penurunan pati, peningkatan gula, dan sedikit peningkatan pada beberapa vitamin dan mineral (Lorenz 1980). Karena total karbohidrat menurun selama perkecambahan, persentase nutrisi lainnya meningkat.

Karbohidrat yang memproduksi perut kembung pada kacang-kacangan sebagian besar hilang selama pembentukan tunas sehingga menghasilkan stachyose dan raffinose yang rendah (van Hofsten 1979). Karena perubahan biokimiawi selama kecambah berkecambah mengandung kadar vitamin yang jauh lebih tinggi daripada biji kering masing-masing. Beberapa kecambah seperti kacang hijau merupakan sumber asam askorbat yang sangat baik yang mencapai lebih dari 50 mg asam askorbat / 100 g berat segar (van Hofsten 1979). Vitamin B-kelompok meningkat 100 sampai 300% selama perkecambahan dan kecambah, oleh karena itu, seringkali merupakan sumber vitamin B12 yang baik.

Selain itu, asam fitat pada benih terdegradasi selama perkecambahan karena aktivitas enzim phytase yang mengakibatkan ketersediaan trace mineral lebih tinggi dibandingkan dengan biji kering (van Hofsten 1979)

.

.
Read More

Post Top Ad

Your Ad Spot