Petani Udik: Panduan budidaya

Recent Posts

ads

Hot

Post Top Ad

Your Ad Spot
Tampilkan postingan dengan label Panduan budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panduan budidaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 April 2018

Manfaat Pupuk Organik

19.14 1

Sangat jarang dan mungkin sangat sedikit petani yang menyadari bahwa tumbuhan memerlukan bahan organik untuk kelangsungan hidupnya. Tidak sedikit petani yang beranggapan bahwa bila menggunakan pupuk kimia yang banyak maka akan memperoleh hasil yang sangat banyak pula.

Pada saat ini banyak sekali para pelaku (petani) yang menggunakan bahan kimia untuk pemupukannya, dan mempunyai kecendrungan akan semakin banyak memberi pupuk kimianya, dikarenakan hasil yang diharapkan tinggi akan tetapi dari waktu kewaktu bukannya meningkat malah semakin menurun.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementrian Pertanian, menunjukkan data yang sangat mengerikan terhadap lahan pertanian kita, banyak lahan dinegara Indonesia memiliki kadar bahan organok yang kurang dari 1 %. Sedangkan dari berbagai pengalaman dan penelitian para ahli menyatakan kadar bahan organik yang tinggi dalam tanah akan sangat membantu memaksimalkan hasil yang didapat pelaku usaha (petani).

Sedikit sejarah Indonesia tentang kebutuhan Pupuk

Sebelum masa kemerdekaan Indonesia, para petani sangat senang menggunakan pupuk organik dalam melakukan budidaya pertanian dibandingkan dengan pupuk Anorganik (Kimia).

Namun fakta menjadi terbalik ketika pada tahun 1960-an petani  mulai banyak menggunakan bahan kimia dalam melakukan budidaya petanian, yang lebih mengkhawatirkan  lagi peran dari pupuk organik menjadi dianggap tidak ada peran dalam budidaya pertanian sehingga banyak petani yang mengabaikannya.

Produksi pupuk Kimia pun dari waktu kewaktu semakin berkembang sangat pesat, sehingga bila di hitung secara harga, maka pupuk anorganik (kimia) menjadi sangat lebih murah dibandingkan dengan pupuk organik.

Dan didukung dengan di temukannya banyak varietas-varietas unggul yang dari berbagai penelitian lebih banyak yang cocok dan baik bila menggunakan pupuk anorganik (kimia). Sehingga mengakibatkan banyak kenyataanya ditemukan lahan pertanian yang terdegradasi, sehingga mengakibatkan merosotnya kadar dari bahan organik dari lahan pertanian.

Solusi Mengatasi Kemunduran Bahan Organik di Lahan Pertanian

Fakta di kemukanan oleh banyak para ahli  yang menyatakan bahwa lahan pertanian sebenarnya membutuhkan pupuk organik sebagai sumber pupuk dan zat hara, bukan dari pupuk buatan atau pupuk kimia. Pupuk Organik juga sangat bermanfaat sebagai soil ameliorant atau memperbaiki kualitas dari tanah sebagai lahan pertanian.

Penggunaan Pupuk Hijau

Pupuk hijau merupakan salah satu pupuk organik yang diperoleh dan didapat di lahan pertanian dengan biaya sangat murah dan  mudah.

Sumber dari pupuk hijau dapat diambil dan di peroleh dari tumbuhan atau tanaman yang tidak bermanfaat (yang biasanya dibakar oleh petani). Selain itu juga dapat diperoleh dari sisa-s9sa tanaman yang merupakan sisa dari panen.

Cara paling mudah pengolahan dari pupuk hijau adalah dengan cara membenamkan bahan baku atau dengan cara dilakukan dikomposkan untuk hasil yang lebih cepat.

Manfaat Pupuk Organik  (Pupuk Hijau)
  • Manfaat yang akan dirasakan oleh petani adalah meningkatnya produktivitas dari lahan pertanian. Karena dengan meningkatnya kadar kandungan bahan organik dan unsur hara yang ada dalam tanah, maka dengan sendirinya akan memperbaiki sifat, kimia dan biologi tadi tanah atau lahan pertanian.
  • Manfaat lain yang dirasakan yaitu semakin mudahnya melakukan pengolahan lahan karena tanah semakin baik
  • Harga pupuk organik lebih murah dan sangat mudah didapat dari alam
  • Pupuk organik mengandung unsur mikro yang lebih lengkap dibandingkan dengan pupuk kimia
  • Pupuk organik akan memberikan kehidupan badi mikroorganisme tanah
  • Kelebihan lain dari pupuk organik yaitu mempunyai kemampuan dalam memobilisasi atau menjembatani hara yang ada di tanah sehingga akan membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh tanaman
  • Mempunyai kemampuan dalam melepas hara tanah dengan sangat perlahan dan terus menerus, seihngga akan membantu mencegah terjadinya kelebihan suplai hara yang membuat tanaman keracuanan
  • Mampu menjaga kelembaban dari tanah, sehingga akan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada tanaman
  • Mampu membantu mencegah erosi lapisan atas tanah
  • Mampu menjaga dan merawat tingkat kesuburan tanah
  • Memberi manfaat  untuk kesehatan manusia, karena banyak kandungan nutrisi dan lebih lengkap dan lebih banyak
Itulah sedikit informasi mengenai Manfaat Pupuk Organik, semoga bermanfaat...
Read More

Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo

19.09 1
Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo


Proses bertani atau budidaya pertanian dalam hal tanam padi menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan negara Indonesia, bagai mana tidak.. beras menjadi salahsatu produk yang sangat penting, ini dikarenakan beras menjadi produk yang termasuk pada Sembilan bahan pokok.

Banyak hal yang mempengaruhi proses meningkatnya produksi padi, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemupukan yang tepat sasaran, pengairan yang tepat, pengendalian hama penyakit, dan lain sebagainya. Pada saat ini ada cara yang bisa di tempuh oleh petani dalam proses meningkatkan produksi padi salah satu yang bisa di pilih yaitu dengan Cara Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo

Legowo” di ambil dari bahasa jawa yang berasal dari kata “Lego” yang berarti Luas dan “Dowo” yang berarti panjang. Tujuan utama dari Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo yaitu meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi lokasi dari tanaman yang seolah-olah tanaman padi berada di pinggir (tanaman pinggir) atau seolah-olah tanaman lebih banyak berada di pinggir.

Yang berdasarkan pengalaman, tanaman padi yang berada di pinggir akan menghasilkan produksi padi lebih tinggi dan kualitas dari gabah yang lebih baik, ini dikarenakan tanaman padi di pinggir akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak. Itulah sebabnya sistem jajar legowo menjadi salah satu pilihan dalam proses meningkatkan produksi gabah.

Tipe sistem jajar Legowo

  1. Jajar Legowo 2:1 – Setiap dua baris diselingi satu baris yang kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan pada jarak tanam dalam baris yang memanjang di perpendek menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya.
  2. Jajar Legowo 3:1 – Setiap tiga baris tanaman padi di selingi dengan satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan untuk Jarak tanam tanaman padi yang dipinggir menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya
  3. Jajar Legowo 4:1 – setiap empat baris tanaman padi diselingi dengan satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan untuk Jarak tanam tanaman padi yang dipinggir menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya
Berikut merupakan gambar dari Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo

Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo

Dilihat dari gambar Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo maka dapat dilihat peningkatan popolasi dari tanaman padi yang ditanam, secara umum rumus peningkatan jumlah populasi tanaman padi dapat dilihat dengan rumus 100% X  1 : ( 1 + jumlah legowo)

Sebagai Contoh,

  • Jika Legowo 2:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100%  X  1 : (1 + 2) = 33,3 %
  • Jika Legowo 3:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100%  X  1 : (1 + 3) = 25 %
  • Jika Legowo 4:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100%  X  1 : (1 + 4) = 20 %
  • Jika Legowo 5:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100%  X  1 : (1 + 5) = 16,7 %
Gambar Caplakan

•    Menggunakan  2 Caplakan

Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo
  Sumber : http://ptmbplusagro.wordpress.com

•    Menggunakan 1 Caplakan

Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo
 Sumber: http://farmingblogger.blogspot.com

Manfaat yang dirasakan ketika Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo

  1. Menambahnya jumlah tanaman padi
  2. Akan meningkatkan produksi tanaman padi secara signifikan
  3. Memperbaiki kualitas gabah karena akan semakin banyaknya tanaman pinggir
  4. Dapat mengurangi serangan penyakit pada tanaman padi
  5. Dapat mengurangi tingkat serangan hama tanaman padi
  6. Akan mempermudah dalam perawatan tanaman padi baik dalam proses pemupukan maupun penyemprotan pestisida
  7. Dapat menghemat pupuk, karena yang dipupuk hanya di bagian dalam baris tanaman saja

Kelemahan ketika Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo

  1. Akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak dan waktu yang lebih lama pada saat melakukan proses penanaman padi
  2. Membutuhkan benih yang lebih banyak, ini dikarenakan  semakin banyaknya populasi tanaman padi
  3. Pada umumnya pada lahan yang menggunakan jajar legowo, maka akan lebih banyak ditumbuhi rumput

Itulah sedikit informasi pertanian mengenai Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo, semoga bermanfaat ...
Read More

Selasa, 03 April 2018

Keunggulan Dan Kelemahan Metode Hazton

23.27 0

Menggunakan metode Hazton mulai dikenalkan sejak tahun 2012. Penemunya adalah “Haz” dari Ir. H. Hazairin, Ms dan “Ton” dari Anton 

Kamarudin Sp. M.Si. Metode ini digalakkan oleh pemerintah Kalimantan Barat karena mempunyai keunggulan dapat menghasilkan padi yang sangat banyak. Tetapi sebagai petani anda juga harus membaca kekurangannya juga. Tidak ada metode yang sempurna. Tetapi harus memahami filosofi lokal untuk mencapai kesempurnaan. Yaitu utamakan menjadi petani yang ramah dengan lingkungan.

Metode tanam padi hazton adalah metode tanam padi menggunakan benih tua berumur 25-35 hari dengan penanaman 20-30 padi perlubang. Sehingga tiap tanaman yang diharapkan adalah indukan, karena metode hazton tidak mengembangkan anakan. JIka anda bertanya kenapa harus tanam tua, karena dengan umur 20-30 hari perkembangan anakan padi sudah sedikit berkurang. Dengan metode hazton juga umur panen lebih cepat dari pada menggunakan metode tanam konvensional dan SRI.
Metode Hazton
Metode Hazton juga menekankan pemakaian pupuk yang banyak karena banyaknya kebutuhan pupuk sebanding dengan banyaknya indukan yang ditanam. Semakin banyak indukan yang ditanam, perawatan dan pupuk yang dipakai juga semakin banyak. Di samping itu jika menggunakan hazton, untuk indukan harus memakai semprot imunitas untuk menghindari hama padi.

Keunggulan metode tanam hazton:

  1. Produksi panen tinggi.
  2. Mudah dalam penanamannya.
  3. Relatif tahan terhadap hama keong mas dan orong-orong karena umur penanaman sudah tua. Sehingga batang untuk padi sudah kuat.
  4. Sedikit atau bahkan tidak ada penyulaman dan penyiangan.
  5. Umur panen lebih cepat
  6. Mutu gabah tinggi, sebanding dengan pemberian pupuk yang cukup untuk menutrisi padi.
  7. Prosentase beras pecah tergolong rendah

Kelemahan metode tanam hazton :

  1. Memerlukan tambahan benih dari biasanya, keperluan benih untuk metode hazton berkisar antara 100-125 kg/ ha. Sangat jauh perbedaan jika dibandingkan dengan metode SRI yang memakai 4-5 kg per hektare dan jika memakai cara tanam konvensional maka membutuhkan 30/40 kg/ ha.
  2. Karena tanaman rimbun, maka perlu dikawal dengan agencia hayati (imunisasi padi, penggunaan decomposer/sterilisasi lahan, dan bio fungisida).
  3. Perlu pupuk (organik/ anorganik) tambahan dari dosis normal.


Keberhasilan metode hazton untuk mencukupi kebutuhan padi dan makanan di daerah Kalimantan barat perlu mendapatkan apresiasi. Mengingat lahan pertanian di daerah Kalimantan yang memiliki struktur tanah gambut dan banyaknya daerah pertambangan.

Tapi perlu di ingat semua metode tanam adalah baik sesuai dengan kondisi dan kemampuan petani dalam berkarya. Tingkatkan hasil pertanian dan kemakmuran petani dengan intensifikasi petanian adalah hal yang perlu dilakukan petani. Untuk pembahasan selanjutnya tentang metode haston akan dijelaskan dalam kesempatan yang lain.


Read More

Sistem tanam Tabela Tabur Benih Langsung

23.20 1

Sistem tanam padi dengan cara ditaburkan secara langsung sudah dikenal oleh petani Indonesia. Terutama mereka yang membudidayakan padi Gogo atau gogo rancah. Setelah itu sistem tanam tabela ini mulai surut di Indonesia dan berkembang di Filipina dan Malaysia. Dengan perkembangan dan hasil yang cukup menarik sehingga sistem tanam tabela ini mulai dibicarakan lagi di negeri ini.

Beberapa tekhnik tabela dalam pelaksanaan yang perlu diperhatikan yaitu sistem tabur dan petunjuk teknis pelaksanaan.

Sistem tanam Tabela Tabur Benih Langsung

Untuk sistem tabela sendiri mengenal 3 sistem tabur yaitu.
  1. Sistem sebar rata
  2. Sistem sebar dalam alur / barisan ( tabela jarak tanam satu arah )
  3. Sistem tegel ( tabela dengan jarak tanam 2 arah )
Petunjuk teknis pelaksanaan.
  1. Pengolahan Lahan
  2. Pengolahan tanah harus sangat baik seperti membuat papan untuk menabur benih, karena dalam tabula benih langsung ditaburkan satu persatu dalam lahan persawahan. Dan pastikan air tidak menggenang ke atas lahan persawahan. Karena jika menggenang bibit akan terbawa air. Untuk mengatasi hal ini maka buatlah sistem pengairan dan kemalir pada lahan pertanian. Jika kondisi air yang melimpah maka di sekitar jarak tanam harus diberi saluran air untuk mencegah bibit yang hanyut.
  3. Persemaian Benih
  4. Untuk persemaian benih dilakukan dengan cara merendam benih sampai tumbuh sedikit akar. Kemudian setelah akar tumbuh, baru siap di tanam. Perendaman dilakukan 24 jam dan ditiriskan selama 12 jam. Baca Cara membuat bibit unggul
    1. Tanam
    Untuk penanaman bisa dilakukan dengan bantuan tambang atau benang kecil untuk meluruskan supaya terlihat rajin. Perlu diperhatikan jangan menabur benih jika menurut perkiraan akan hujan. 
  5. Perawatan
  6. Perawatan selama 7 hari diusahakan lahan selalu dalam kondisi yang macak - macak. Kalau tanaman sudah berumur 7 hari berarti sudah kuat dan sudah seperti biasa. Perlu diingat semakin banyak benih ditabur berarti semakin kecil ruang lingkup berkembang. Jadi usahakan 2-3 untuk setiap lubang. Kendalikan gulma di sawah dengan melakukan pembersihan setiap 2 minggu sekali. Pastikan gunakan pupuk organik agar tanah tetap lembut dan lahan pertanian tidak kering.
  7. Pengendalian Hama
  8. Pengendalian hama tikus bisa dilakukan dengan memperlebar jarak tanam. Jika jarak tanam yang agak lebar akan membuat tikut tidak leluasa bergerak. Sedangkan cara mengatasi hama wereng dan lain lain bisa menggunakan semprot alama. Untuk meredakannya. Ingat jangan pernah memakai pestisida karena yang mati bukan hanya hama, tetapi juga musuh alami. 

Keuntungan memakai sistem tanam tabela.
  1. Biaya tenaga kerja diluar panen 20-30 persen lebih rendah
  2. Biaya sarana produksi 5-10 persen lebih rendah.
  3. Hasil per hektar 10-25 persen lebih tinggi dan harga gabah maupun beras lebih tinggi (karena kualitas lebih baik).
Sistem tanam tabela akan sangat baik jika dipadukan sistem pertanian organik SRI atau dipadukan dengan sistem Hazton. Salam pertanian, selalu menjadi kreatif dan ramah lingkungan.
Read More

Sabtu, 31 Maret 2018

SISTEM TANAM PADI TABELA, SOLUSI PERUBAHAN IKLIM

11.34 1

tabela

Perubahan iklim yang terjadi beberapa tahun terakhir ini sangat mempengaruhi sektor pertanian. Perubahan iklim jangka panjang ini memungkinkan terjadinya penurunan produktivitas, stabilitas dan pendapatan pada daerah yang mengalami ketidak-tahanan pangan. Musim produksi bisa bergeser, pola tanam berubah, serangan hama dan penyakit pun dapat berubah. 

Melalui kegiatan Sekolah Lapang bagi petani, penyuluh pertanian dapat melakukan kegiatan pemberdayaan petani, dengan menyampaikan informasi mengenai iklim dan antisipasi serta adaptasi untuk mensiasati adanya perubahan iklim tersebut. Salah satunya dengan mensosialisasikan tanam padi sistem TABELA (Tabur Benih Langsung).

Tanam padi dengan sistem tabela ini dapat menjadi alternatif, karena memberikan beberapa keunggulan dari cara tanam konvensional karena dirasa lebih efisien, khususnya pada saat musim kemarau. Pada sistem tabela ini, sebelum benih ditabur ke lahan terlebih dahulu di kecambahkan di dalam karung yang basah selama 2 hari sampai calon akarnya kelihatan, kemudian barulah dimasukkan langsung ke lahan dalam lubang-lubang yang dibuat terlebih dahulu menggunakan kayu sederhana (tugal) yang berfungsi sebagai alat pembuat lubang dan sekaligus untuk mengatur jarak tanam. 

Beberapa keuntungan budidaya padi dengan sistem tabela diantaranya : 
  1. Sistem tabela memastikan jarak tanam lebih tepat dan teratur sehingga produksi yang diperoleh petani lebih banyak sekitar 500 – 1000 kg gabah kering per hektar bila dibandingkan dengan sistem persemaian. Konsekuensi yang diperoleh dari jarak tanam yang teratur akan mengurangi kompetisi untuk mendapatkan faktor-faktor produksi antar tanaman. Yang terpenting adalah bahwa jarak tanam yang tepat dan teratur akan menyebabkan Leaf Area Indeks (LAI) yang optimum karena semua lapisan daun sempurna sehingga proses fotosintesis tanaman dapat berlangsung secara optimal. Keadaan inilah yang dapat menunjang kenaikan produksi lebih tinggi pada sistem budidaya padi dengan menabur benih langsung tanpa melewati proses persemaian.
  2. Sistem tabela menyebabkan tanaman terhindar dari proses transpirasi yang berlebihan yang dapat menyebabkan kelayuan saat kekurangan air.
  3. Sistem tabela membuat Tanaman terhindar dari stagnasi dan terhindar dari proses penggabungan akar yang biasa terjadi saat transplanting sehingga banyak akar yang rusak dan putus.
  4. Sistem tabela kebutuhan tenaga kerja penanam untuk luasan 1 hektar adalah lima orang tenaga kerja dengan waktu ± 4 jam sehingga besar biaya akan jauh lebih murah ( ± Rp. 125.000) jika dibandingkan dengan budidaya sistem persemaian. Dengan sistem tabela dapat menghasilkan 6 – 6,5 ton gabah, sedangkan melalui sistem persemaian konvensional menghasilkan 5 – 5,5 ton gabah.

Di poktan Mojoranu desa Tanggalrejo kec. Mojoagung, pada tanggal 27 Maret 2011, lahan seluas 0,5 ha milik saudara M. Sholikhin (0,2 ha) dan lahan milik saudara Kafidz (0,3 ha) telah dilaksanakan tanam padi sistem tabela (tabur benih langsung). Jumlah benih yang dimanfaatkan untuk lahan 0,5 Ha sebanyak 4,5 Kg, sampai dengan tanggal 10 Mei 2011 jumlah anakan sebanyak 55 - 60 per rumpun dengan penyiangan dilakukan sebanyak 2 kali. 

Pada lahan yang ditanam dengan sistem tabela tidak terkena asem-asemen, sementara lahan sekitar yang tidak menggunakan sistem tabela ini banyak terkena asem-aseman. Dengan melihat keberhasilan tanam sistem tabela di poktan Mojoranu, petani sekitar yang lahannya terkena asem-asemen ada yang dibongkar, kemudian meniru system ini. Kekurangan dari sistem tabela ini terjadi ketika padi baru di tanam terjadi hujan deras, karena benih bisa tercecer kemana-mana, akan tetapi petani di poktan Mojoranu bisa menyiasati hal tersebut. 

(Ir Bambang PHS - KJF Penyuluh Dinas Pertanian Kab. Jombang)
Read More

Sistem Tanam Tabela

08.34 2
Hasil gambar untuk Sistem Tanam Tabela

Sistem tanam benih langsung (tabela) adalah penanaman tanaman padi tanpa melalui pesemaian dan pemindahan bibit. Budidaya tanam benih langsung padi pada dasarnya dapat dibedakan atas dua pilihan teknologi, yaitu tanam benih langsung secara merata (broad cast) pada areal pertanaman dan tanam benih langsung dalam larikan (on ows) (Supriyadi dan Malian, 1993).
Teknologi penyebaran benih secara merata pada areal pertanaman mampu menurunkan curahan tenaga kerja sekitar 28% (Hazairin dan Manalu, 1993). Namun kelemahan utama penerapan cara ini adalah meningkatnya kebutuhan benih 2–3 kali lipat, serta kendala pemanenan karena tidak adanya jarak tanam.
Budidaya tanam benih langsung dalam larikan tidak banyak mengubah cara budidaya yang telah berlangsung selama ini karena tetap menggunakan larikan dengan jarak antar barisan antara 22–25 cm, tergantung varietas yang ditanam. Kebutuhan benih dengan cara ini berkisar antara 50–60 kg/ha, atau antara 1,5–2 kali lipat dibandingkan dengan tanam pindah (Supriono dan Milan, 1993).
Beberapa penyempurnaan dalam penerapan tanam benih langsung dalam larikan telah dilakukan dan ditemukan Tabela Legowo, padi ditanam dalam larikan 4–6 baris, dikosongkan 1 baris ditanam lagi, 4–6 baris berikutnya dan seterusnya. Hasil penelitian dari 1992–1994 di Balittan Sukamandi, menunjukkan bahwa tabela Legowo dua baris adalah yang paling baik, karena produksi padi tidak turun, selama musim tanam padi.
Cara pengolahan tanah dalam budidaya padi tabela pada prinsipnya sama dengan budidaya tanam pindah. Untuk mendapatkan hasil yang optimal diperlukan pengolahan tanah yang sempurna. Pengolahan tanah yang dalam akan mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga tanaman tidak mudah rebah pada stadia generatif. Permukaan tanah harus rata agar tinggi permukaan air dapat dikontrol (Supriadi dan Malian, 1993).
Teknik tanam tabela dengan menggunakan alat tanam Atabela tidak memerlukan pesemaian seperti pada teknik tanam pindah. Benih langsung direndam selama 24 jam kemudian dikering anginkan selama 12–14 jam dan langsung di tanam dalam larikan. Benih yang digunakan sekitar 40 kg/ha sedangkan tanam pindah (tapin) hanya 25 kg/ha.
Bila dibandingkan antara penggunaan cara tanam pindah dengan cara tanam tabela, maka cata tanam tabela akan memberikan beberapa keuntungan, antara lain :
  • Biaya tenaga kerja diluar panen 25–30 persen lebih rendah
  • Biaya sarana produksi 5–10 persen lebih rendah.
  • Hasil per hektar 10–25 persen lebih tinggi dan harga gabah maupun beras lebih tinggi (karena kualitas lebih baik).
  • Pendapatan bersih petani meningkat dari Rp. 1,2–1,5 juta/ha/musim menjadi Rp. 2,0–2,5 juta/ha/musim 
Read More

Jumat, 30 Maret 2018

Padi Ciherang Wangi Pandan

10.23 0


Kualitas beras berpengaruh pada selera makan konsumen. Itulah sebabnya konsumen berupaya memilih beras berkualitas baik. Salah satu parameter yang menjadi pertimbangan dalam memilih kualitas beras adalah rasa yang enak dan wangi. Bagi masyarakat Sunda, beras yang enak dan wangi pasti merujuk pada beras pandan wangi. Beras khas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, itu memiliki keunggulan nasinya yang pulen dan aroma pandannya yang harum sehingga menggugah selera saat disantap. Sayangnya varietas pandan wangi kualitasnya berbeda jika ditanam di luar daerah asalnya, yaitu Warungkondang, Cugenang, dan Cibeber, ketiganya di Kabupaten Cianjur.
Hal yang sama juga terjadi pada varietas padi mentik wangi. Varietas padi beraroma harum itu juga menghasilkan kualitas baik jika ditanam di Yogyakarta dan sekitarnya. Itulah sebabnya mentik wangi hanya populer di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik (BB Biogen), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, berupaya menghasilkan beras yang enak dan wangi yang dapat ditanam di daerah mana pun di Indonesia.
Caranya dengan memperbaiki varietas padi ciherang sehingga beraroma wangi. Menurut Kepala BB Biogen, Ir. Mastur, M.Si., Ph.D., varietas ciherang merupakan varietas unggul nasional yang dilepas pada 2000 oleh Menteri Pertanian RI. Hingga saat ini varietas itu masih disukai petani dan mendominasi pertanaman padi di tanahair.  Para petani lebih suka menanam padi ciherang karena tahan terhadap beberapa hama dan penyakit, produktivitas tinggi (rata-rata 8 ton/ha), serta rasa berasnya enak sehingga disukai konsumen. Untuk meningkatkan kualitas varietas padi ciherang, Balitbangtan melalui BB Biogen melakukan inovasi baru dengan menambahkan sifat aromatik atau wangi sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai jualnya.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menghasilkan padi ciherang wangi dengan pendekatan bioteknologi, yaitu melalui kombinasi metode konvensional dan bioteknologi. Caranya dengan memadukan varietas ciherang dengan padi varietas pandan wangi.  Hasilnya, lahirlah ciherang wangi dengan potensi hasil rata-rata 6,28—8,83  ton/ha (GKG), umur panen 110—112 hari, dan tinggi tanaman117 cm. BB Biogen juga menghasilkan ciherang wangi dengan memadukan padi varietas ciherang dengan mentik wangi. Perpaduan keduanya menghasilkan varietas padi ciherang wangi dengan potensi hasil rata-rata 6,75—8,13 ton/ha (GKG), umur panen 110—112 hari, dan tinggi tanaman 140 cm. Kedua varian padi ciherang wangi tersebut memiliki kadar flavor/aroma 0,8093 ppb, lebih tinggi daripada pandanwangi yang hanya 0,1956 ppb.
Kedua galur padi varietas wangi itu telah diuji daya hasilnya di beberapa lokasi, yaitu Sukamandi, Subang, Yogyakarta, Muara, dan Cipanas. “Hasilnya stabil dengan teknik budidaya yang sama dengan padi ciherang biasa. Dengan begitu diharapkan bisa ditanam di seluruh daerah di Indonesia,” ujar Mastur. Balitbangtan rencananya akan segera melepas kedua galur itu sebagai inovasi varietas padi unggul baru. (Imam Wiguna)
Read More

Kamis, 29 Maret 2018

Mengenal Kelapa Kopyor sebagai Kelapa yang Bernilai Ekonomi Tinggi

04.27 0



Kelapa kopyor merupakan salah satu jenis kelapa yang bernilai ekonomi tinggi. Kelapa ini mengalami mutasi genetik secara ilmiah. Kelapa kopyor juga bisa dibilang sebagai kelapa yang pertumbuhannya tidak normal. Namun dengan ketidaknormalan ini tercipta kelapa dengan daging buah yang bertekstur gembur dan sebagian besar tidak melekat di tempurungnya. Rasa yang gurih juga menjadi nilai tambah dari jenis kelapa ini sehingga banyak dinikmati.
Kelapa kopyor dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu tipe Dalam dan tipe Genjah. Kedua tipe ini memiliki karakteristik yang berbeda. Pada tipe Dalam memiliki ciri berbatang besar, memiliki bol pada pangkal batang, mulai berbuah pada umur 5-7 tahun, dan buahnya berukuran besar namun berjumlah sedikit. Pada tipe Dalam hanya menghasilkan buah kopyor 1-2 butir per tandan. Tipe ini memiliki warna buah hijau, hijau kekuningan, dan coklat. Penyebaran tipe dalam banyak berada di Kalianda (Lampung Selatan), Ciomas (Bogor), Sumenep dan Jombang (Jawa Timur). Dan Pati (Jawa Tengah).
Pada tipe kelapa kopyor Genjah memiliki karakteristik batang yang lebih kecil, tidak memiliki bol, mulai berbuah pada umur 3-4 tahun, dan buah berukuran kecil tetapi jumlahnya banyak. Tipe Genjah bisa menghasilkan buah kopyor 50% dari tiap tandannya. Hal ini karena tipe Genjah termasuk dalam tanaman yang menyerbuk sendiri sehingga peluang bertemunya gen resesif pada bunga betina dan serbuk sari lebih besar. Tipe Genjah memiliki warna buah hijau, hijau kekuningan, coklat tua, coklat muda, kuning (gading wulan), dan oranye (gading).  Penyebarannya banyak berada di Pati (Jawa Tengah) yang tersebar di beberapa kecamatan, seperti Dukuhseti, Margoyoso, Tayu, Wedarijaksa, Gembong, dan Terangkil.
Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, cara perbanyakan kelapa kopyor dapat dilakukan dengan dua cara.
  1. Secara Konvensional
Cara ini dengan menggunakan benih yang berasal dari tandan yang menghasilkan buah kopyor. Tanaman yang di perbanyak dengan cara ini apabila telah berproduksi hanya menghasilkan  1-2 butir/tandan. Cara ini telah dilakukan oleh petani di kabupaten Sumenep, Pati dan Lampung Selatan.
  1. Secara In Vitro
Cara ini dengan menumbuhkan embrio dari buah kopyor pada media tumbuh buatan dalam kondisi aseptik di laboratorium. Tanaman yang dihasilkan dengan cara ini akan menghasilkan 90% hingga 100% buah kopyor. Tanaman kelapa kopyor yang di perbanyak dengan cara ini telah di tanam di Ciomas (Bogor), Riau, dan Kalimantan Timur.
Oleh karena sifat sifat menyerbuk silang, maka bibit kelapa kopyor tipe Dalam hasil teknik in vitro harus di tanam pada areal terisolasi dari pertanaman kelapa biasa. Jarak yang dapat di tolelir adalah 400 m. Sebaliknya karena sifat menyerbuk sendiri, bibit kelapa kopyor tipe Genjah dapat di tanam pada areal yang tidak terisolasi terlalu ketat seperti tipe Dalam.
Kelapa kopyor memiliki jenis hama utama jenis kumbang yang dapat menyerang, seperti Plesispa rechei Chapuis, Brontispa longissima Gestro, Oryctes rhinoceros L. dan Artona catoxantha. Penyakit yang dapat menyerang tanaman kelapa kopyor seperti bercak daun, busuk kering, busuk janur, pendarahan batang, busuk pucuk, gugur buah, dan penyakit yang di sebabkan oleh Phytoplasma. Pengendalian hama dan penyakit saat ini adalah dengan cara pengendalian hama dan penyakit terpadu dengan konsepsi analisis ekonomi.
Budidaya kelapa kopyor bisa jadi usaha yang menguntungkan. Usaha ini memiliki peluang karena permintaan di pasaran cukup besar dan masih belum banyak orang yang menjalaninya. Banyak pengusaha minuman dan makanan atau rumah makan yang mencari kelapa kopyor dalam jumlah dalam besar.
Read More

Pentingnya Pengaturan Jarak Tanam dan Pengairan pada Budidaya Padi

04.25 0


Padi merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan oleh para petani. Produksi padi dituntut selalu tinggi untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional. Perlu adanya upaya khusus untuk meningkatkan produksi padi agar mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Banyak upaya yang bisa dilakukan, diantaranya adalah pada pengaturan jarak tanam dan pengairan tanaman padi di sawah.
Budidaya padi varietas unggul tidak akan optimal jika tidak menggunakan teknik budidaya yang tepat, terutama pada pengaturan jarak tanamnya. Perbedaan jarak seringkali tidak mendapat perhatian dalam menentukan produktivitas padi. Jarak tanam seringkali bervariasi antarpetani dan antarlokasinya, sehingga akan menyebabkan kesalahan perhitungan data produksi padi nasional. Oleh karena itu perlu adanya standarisasi pengukuran populasi tanaman per satuan luas dan konversi gabah hasil dari ubinan ke hektar berdasarkan jarak tanam padi di lapangan.

Jarak Tanam

Pengaturan jarak tanam menjadi penting bagi tanaman karena dapat mempengaruhi penangkapan cahaya matahari untuk fotosintesis, efektivitas penyerapan hara oleh akar, kebutuhan air, sirkulasi udara, iklim mikro (suhu dan kelembaban), serta populasi gulma dan OPT. Jarak tanam yang sering digunakan petani mulai dari 20 cm x 20 cm; 25 cm x 25 cm; 27,5 cm x 27,5 cm; dan 30 cm x 30 cm hingga sistem jajar legowo.
Pengaplikasian sistem jajar legowo menjadi lebih efektif untuk meningkatkan populasi tanaman dan mengurangi serangan OPT, seperti tikus dan keong mas. Jajar legowo merupakan sistem pengaturan jarak tanam dengan pengosongan satu baris tanaman setiap dua atau lebih baris dan merapatkan dalam barisan tanaman, sehingga dikenal legowo 2:1 jika satu baris kosong diselingi oleh dua baris padi atau 4:1 jika diselingi empat baris tanaman.

Pengairan

Pengaturan pengairan atau irigasi juga menjadi penting untuk optimalisasi budidaya padi. Penggenangan sawah terus-menerus dinilai sangat boros dalam budidaya padi. Harus dilakukan penghematan, terutama pada musim kemarau. Strategi yang dapat digunakan adalah dengan menerapkan pemilihan varietas dan metode pengelolaan air seperti macak-macak, berselang/intermittent, dan alternasi pengairan kering (PBK). Dengan cara-cara ini areal sawah dapat dialiri pada musim kemarau menjadi 2 kali lebih luas.
Yang perlu diperhatikan dalam penghematan air atau irigasi adalah mengurangi aliran yang tidak produktif seperti rembesan, perkolasi, dan evaporasi, serta memelihara aliran transpirasi. Hal ini bisa diupayakan mulai saat persiapan lahan, penanaman, dan selama pertumbuhan tanaman. Selain itu untuk menghemat air dapat dengan memilih varietas padi yang relatif toleran terhadap kekurangan air dan bisa ditanam di lahan sawah kering seperti Inpari 10 laeya, Inpari 11, Inpari 12, Inpari13, Inpari 19, Inpari 38-41 Tadah Hujan Agritan.
Penggunaan dan pemanfaatan air pada satu wilayah cenderung harus berbeda dengan wilayah lain karena melihat perbedaan karakteristik distribusi curah hujan, kondisi infrastruktur jaringan irigasi, tingkat kerawanan kekeringan, parameter fisika tanah, hidrologi lahan, teknik budidaya, cara pengairan dari petak ke petak, dan organisasi pemakai air.
Pengaturan air atau irigasi dapat meningkatkan intensitas tanam, mengurangi kebutuhan debit air 15 harian, dan mengurangi dampak kekeringan melalui pengairan basah kering dan pengairan berselang.
Read More

CARA DAN ATURAN PENGAIRAN SESUAI UMUR TANAMAN PADI SAWAH

04.20 3

Tanaman padi saya di sawah Bakan Bandung, Dusun Gardu, Desa Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, Jawa Barat dah beumur 10 Hari setelah tanam... Tanaman padinya sudah kelihatan hijau, tanaman padi dalam perumpunya sudah kelihatan beranak dari awalnya ditanam 3 batang sudah menjadi sekitar 5-8 batang. 

Nah, dalam budidaya tanaman padi air merupakan syarat mutlak bagi pertumbuhan tanaman padi sawah. Masalah pengairan bagi tanaman padi sawah merupakan salah satu factor penting yang harus mendapat perhatian penuh demi mendapat hasil panen yang melimpah diwaktu yang akan datang.


Cara dan Aturan Pengairan Sesuai Umur Tanaman Padi Sawah
Cara dan Aturan Pengairan 
Sesuai Umur Tanaman Padi Sawah


Pengairan pada tanaman padi dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain: 
i. Pengairan di atas tanah
ii. Pengairan di dalam tanah (sub irrigation)
iii. Pengairan dengan penyemprotan (sprinkler irrigation).
iv. Pengairan tetes (drip irrigation). 

Nah, untuk tanaman padi teknik pengairan yang banyak digunakan petani Indonesia termasuk petani di daerah saya yaitu pengairan di atas tanah.  

Air yang dipergunakan untuk pengairan padi di atas tanah adalah air yang berasal dari sungai, sebab air sungai banyak mengandung lumpur dan kotoran-kotoran yang sangat berguna untuk menambah kesuburan tanah dan tanaman. Air yang berasal dari mata air kurang baik untuk pengairan sawah, sebab air itu jernih, tidak mengandung lumpur dan kotoran. Air yang digunakan untuk mengairi sawah saya ini yaitu air yang berasal dari sungai Ciasem, Bendungan Macan.

Cara mengairi sawah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Air yang dimasukan ke petakan-petakan sawah adalah air yang berasal dari saluran sekunder. Air dimasukan ke petakan sawah melalui saluran pemasukan, dengan menghentikan lebih dahulu air pada saluran sekunder.

Untuk menjaga agar genangan air didalam petakan sawah itu tetap, jangan lupa dibuat pula lubang pembuangan. Lubang pemasukan dan lubang pembuangan tidak boleh dibuat lurus.


Alasannya adalah agar ada pengendapan lumpur dan kotoran-kotoran yang sangat berguna bagi pertumbuhan tanaman padi. Nah, apabila lubang pemasukan dan lubang pembuangan itu dibuat lurus, maka air akan terus mengalir tanpa adanya pengendapan.


Pengairan Sesuai Umur Tanaman Padi Sawah
Pengairan Sesuai Umur Tanaman Padi Sawah


Pemberian air pada padi sawah dalam jaringan irigasi, terdapat 3 sistem, yaitu : 

i. Sistem irigasi terus menerus, 
ii. Sistem irigasi rotasi,  
iii. Sistem irigasi berselang. 

Kebanyakan sistem irigasi yang di gunakan petani Indonesia, menerapkan sistem irigasiberselang yaitu pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian. Kondisi seperti itu ditujukan antara lain untuk :
  • Menghemat air irigasi sehingga areal yang dapat diairi menjadi lebih luas
  • Memberi kesempatan pada akar tanaman untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam
  • Mengurangi timbulnya keracunan besi
  • Mengurangi penimbunan asam organik dan gas H2S yang menghambat perkembangan akar
  • Mengaktifkan jasad renik mikroba yang menghambat
  • Mengurangi kerebahan
  • Mengurangi jumlah anakan yang tidak produktif (tidak menghasilkan malai dan gabah)
  • Menyeragamkan pemasakan gabah dan mempercepat waktu panen
  • Memudahkan pembenaman pupuk ke dalam tanah (lapisan olah)
  • Memudahkan pengendalian hama keong mas, mengurangi penyebaran hama wereng coklat dan penggerek batang, dan mengurangi kerusakan tanaman padi karena hama tikus
Cara pengelolaan air pada sistem pengairan berselang:
i. Lakukan teknik pergiliran pengairan dalam satu musim tanam. Bibit ditanam pada kondisi tanah jenuh air dan petakan sawah dialiri lagi setelah 3-4 hari. Pengelolaan air selanjutnya diatur sebagai berikut :
ii. Lakukan pergiliran air selang 3 hari. Tinggi genangan pada hari pertama lahan diairi. Lahan sawah diairi lagi pada hari ke 4. Cara pengairan ini berlangsung sampai fase anakan maksimal. 

iii. Mulai dari fase pembentukan malai sampai pengisian biji, petakan sawah digenangi terus 
v. Lakukan pengairan berdasar ketersediaan air. Perhatikan ketersediaan air selama musim tanam. Apabila sumber air tidak cukup menjamin selama satu musim, maka lakukan pengairan bergilir dengan periode lebih lama sampai selang 5 hari.
vi. Lakukan pengairan dengan mempertimbangkan sifat fisik tanah. Pada tanah berpasir dan cepat menyerap air, waktu pergiliran pengairan harus diperpendek.

Sistem irigasi berselang merupakan sistem yang dapat diandalkan. Irigasi berselang dapat meningkat hasil padi sebesar 7%, dibanding hasil pada lahan yang digenangi terus menerus.


Pada waktu mengairi tanaman padi di sawah, dalamnya air harus diperhatikan dan disesuaikan dengan umur tanaman tersebut. Kedalaman air hendaknya diatur dengan cara sebagai berikut:
i. Tanaman Padi yang berumur 0-8 hari kedalaman air cukup 5 cm saja.

ii. Tanaman yang berumur 8-45 hari kedalaman air dapat ditambah hingga 10-20 cm.
iii. Tanaman padi yang sudah berbuah / bulir padi sudah ada dan mulai menguningkedalaman air dapat ditambah hingga 25 cm. Setelah itu dikurangi sedikit demi sedikit.
iv. Tanaman padi sepuluh hari sebelum panen sawah dikeringkan sama sekali. Agar padi dapat masak/menguning serempak.
Read More

Post Top Ad

Your Ad Spot